Mau share pengalaman (orang) yang berobat di Belanda. Artikel ini penting banget buat megubah paradigma pegobatan di Indonesia yang selama ini cendeung manja dengan obat terutama untuk anak-anak.
0
comments
Posted in
Liburan kuliah seperti biasa dilewati bersama dengan portal tercinta yang bikin jantung gak sehat.
Terus ketika liat, ternyata gak sesuai
5
comments
Posted in
Assalamualaikum wr.wb. seluruh umat muslim di dunia!
Tinggal menghitung hari, kita sudah memasuki bulan Ramadhan 1434 H.
Tidak terasa kan? Iya. Sepertinya Ramadhan tahun lalu baru saja kemaren.

sumber : Komik Muslimah
Namun, di samping kegembiraan menyambut bulan suci yang penuh berkah ini, umat muslim di Indonesia akan selalu dilanda oleh kegelisahan dan kegalauan dalam menentukan hari yang pasti untuk mengawali puasa Ramadhan.
Latar belakang perbedaan ini adalah karena banyaknya golongan atau organisasi atau aliran agama Islam yang tersebar di segala penjuru tanah air. Dari situlah beranjak sebuah pemahaman yang berbeda-beda pula termasuk cara menyikapi perhitungan bulan hijriah untuk memunculkan tanggal tepatnya 1 Ramadhan itu.
Perbedaan penetapan yang selalu menjadi sorotan publik adalah antara pemerintah dan organisasi Muhammadyah (kenapa saya sebut organisasi, karena dulu SMA pelajaran agama kemuhammadyahan bilang kalo muhammadyah itu adalah sebuah organisasi bukan suatu aliran agama).
Kenapa bisa demikian?
Hal ini karena tahun dalam kalender Saudi Arabia bukan tahun masehi (seperti di kalender kita), akan tetapi tahun hijriah.
Mari bahas lebih lanjut anatara tahun masehi VS tahun hijriah
Tahun Masehi berdasarkan pada perputaran bumi mengelilingi matahari atau revolusi bumi, memerlukan waktu 365 / 366 hari atau 1 tahun.
Tahun Hijriah berdasarkan pada perputaran bulan mengelilingi bumi atau revolusi bulan, memerlukan waktu 29 / 30 hari atau 1 bulan. Karena 1 tahun ada 12 bulan, maka dalam 1 tahun sebanyak 354 / 355 hari.
Perbedaan yang cukup sig ini sangat mempengaruhi lebih lambat atau cepatnya pergantian tahun di antara kedua belah pihak tahun tersebut. Tapi bukan itu yang sedang kita bahas.
Penentuan datangnya setiap pergantian bulan di tahun hijriah ini berdasarkan penglihatan bulan beneran di langit. Ini khusus negara yang menggunakan kalender Tahun Masehi, karena bagi mereka yang menggunakan kalender Hijriah tidak perlu lagi melakukan hal itu karena sudah mengalir dalam kesehariannya akan pergantian hari, sama halnya seperti kita yang menentukan bulan Agustus itu kapan (kan gak perlu repot-repot lagi nerawang bulan).
Jadi, penentuan bulan Ramadhan yang merupakan bulan ke-9 di kalender Hijriah ini, dapat dilakukan 2 cara, yaitu :
Pertama, Wujud Hilal pergantian bulan di lihat saat hilal tampak saja.
Kedua, Imkanu Rukyat pergantian bulan di lihat saat hilal tampak minimal sebesar 2 derajat.
Nah, cara pertama dijadikan dasar Muhammadyah untuk menentukan awal bulan Ramadhan, sedangkan cara kedua digunakan pemerintah.
Menurut Astronom, untuk Ramadhan tahun ini hilal masih tampak samar-samar, belum nampak jelas. Seperti yang dikatakan pemerintah hilal masih 0,65 derajat. Sehingga Ramadhan belum dapat dipastikan, namun dimungkinkan tanggal 10 Juli hilal sudah 2 derajat.
Namun, menurut Muhammadyah hilal yang sudah muncul dapat cukuplah menjadi penanda awal bulan Ramadhan yaitu bertepatan tanggal 9 Juli.
Ya, pada akhirnya semua keputusan kembali pada keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Meskipun saya masih punya harapan suatu tahun nanti umat muslim di Indonesia serempak melaksanakan puasa di hari yang sama, pasti akan terlihat baik bukan?
Selain itu dapat memperlihatkan pula bahwa semua organisasi Islam di Indonesia itu kompak dan tidak terkesan memisahkan diri dari pemerintah.
Akhir kata,
Selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan.
Semoga Bulan ini kita selalu dilimpahi berkah dari-Nya.
Amin.
Wassalamualaikum.
5
comments
Posted in
Akhirnya UKT fix diperlakukan di UGM. Mengenai penolakan keras terhadap UKT dan demo yang dilakukan mahasiswa kayaknya gak mempengaruhi keputusan pemerintah. Ya, ini keputusan pemerintah karena dari pihak UGM sendiri tidak menyetujui UKT, yang sebenarnya sangat merugikan kampus.
Untuk tetap menegakkan keadilan maka UKT dibagi 5 golongan, yaitu UKT 1-UKT 2-UKT 3-UKT 4-UKT 5 semakin tinggi tingkat golongan maka semakin besar pula biaya UKT. Pembagian golongan ini berdasarkan penghasilan orang tua tanpa memperhatikan jumlah tanggungan, dengan begini keadilan masih tetap tercium jauh.
Berikut penggolongan UKT berdasarkan pendapatan :
UKT 0 = Peserta Bidikmisi
UKT 1 = Penghasilan ≤ 500.000
UKT 2 = 500.000 < Penghasilan ≤ 2.000.000
UKT 3 = 2.000.000 < Penghasilan ≤ 3.500.000
UKT 4 = 3.500.000 < Penghasilan ≤ 5.000.000
UKT 5 = Penghasilan > 5.000.000
Golongan UKT tersebut memiliki besar UKT yang berbeda-beda tergantung fakultas. Lengkapnya dapat di download disini.
Catatan: Biaya Kuliah Tunggal (BKT) bukan UKT yang dibayarkan.
Bukan main-main, UKT tidak sama dengan uang pangkal yang hanya dibayar sekali untuk masuk kuliah saja, namun UKT adalah uang pangkal untuk setiap semester, ini mengerikan mengingat rata-rata memerlukan waktu 4 tahun untuk lulus atau sebanyak 8 semester.
Dari latar belakang tersebut maka muncullah Posko Advokasi, bertujuan untuk menampung pengaduan dari mahasiswa baru mengenai kejanggalan golongan biaya UKT yang tidak sesuai dengan gaji/pendapatan yang dicantumkan. Ini ada apa? Kenapa bisa tdiak sesuai? Ternyata dari pihak UGM mengatakan bahwa ada kesalahan sistem, sungguh sangat merugikan jika kita tidak menyadari.
Sayangnya, adanya posko pengaduan UKT banyak tidak diketahui oleh mahasiswa baru (maba) yang melakukan pendaftaran ulang, sehingga kami perlu melakukan promosi dengan membawa kertas hvs berwarna bertulisan "ANDA BERMASALAH DENGAN UKT?" kurang lebih seperti itu, kepada kumpulan maba dan orang tua nya yang sedang menunggu giliran antrian pendaftaran.
Ternyata banyak antusiasme dari orang tua pendaftar, sampe gue aja bingung mau ngejawab apa terkait pertanyaan yang semakin mendalam dengan diiring curhatan, kebanyakan dari ibu-ibu. Dan suatu hal yang bisa di ambil disini adalah gak sepenuhnya kuliah itu butuh otak, tapi butuh duit juga.
-vivi-
0
comments
Posted in
Lama tak muncul dari peradaban, mencoba exis kembali, tapi bingung rangkaian kata-katanya kayak apa. Udah kecampur-campur sama gaya tulisan laporan (yang kaku abis), gaya nulis blog advo (yang baku tapi gak baku-baku amat), sama nulis proposal dan lpj (yang resmi), trus nulis sms (yang sesuai selera => ini diabaikan aja).
So, saya sebagai pengisi cerita di sini jadi agak kecampur-campur gaya bahasa, penulisan dan sebgainya itu ditambah lagi kan akhir-akhir ini isi blog gue juga mengenai puisi ato kata-kata yang gue sendiri ga ngerti ._.. ngertinya pas lagi nulis pas dalam keadaan tidak sepenuhnya sadar karena gejolak batin yang mengalami defluklasi secara tidak menentu.
Oke, masuk ke pembahasan masalah. Jadi selama ini isi hidup gue adalah memperjuangkan responsi dan uas. Belajar 2 hari atau 1 hari sebelum itu sudah jadi hal biasa, kalo dilihat dari hari-hari gue yang tersita oleh laporan dan pretest yang gak ada jeda nya!
Tapi memang kalo belajar untuk jauh hari sebelumnya memang sangat tidak efektif, karena keterbatasan ingatan dan isi kepala gue yang cabangnya bercabang.
Seperti senyawa protein yang terbentuk dari cabang-cabang asam amino sebanyak tak terhingga, perlu adanya ikatan peptida yang menyatukan itu.
Begitu juga dengan matkul yang banyak bercabang-cabang, perlu adanya ikatan yang menyatukan semua biar gak terpencar-pencar dan bersebaran di otak yang random ini. Ikatan itu banyak hal nya kadang berupa output lo kuliah itu mau jadi apa, jadi lebih enak buat saling mengkaitkan antar matkul satu sama lain.
Yauda untuk saat ini segitu dulu, kadang gue ga tau apa yang bikin kepala ini terasa penuh sesak dan pengen di jedotin aja gitu.. tapi berhubung itu adegan berbahaya jadi gak dilakukan.
Kalo udah penuh gini enaknya dikeluarin dulu isinya baru diisi lagi. Atau dikasih katalis berupa perhatian dan kasih sayang, itu udah lebih dari cukup.
Sampe disini dulu tulisan gue edisi ujian.
Selamat Ujian bagi yang menjalankan, jenuh nya ditahan dulu loh ya
-vv-
2
comments
Posted in
Apa yang sekarang sedang aku lakukan belum maksimal seharusnya
Aku benci setengah-setengah, aku benci rencana yang hanya sekadar rencana
Tapi memang sekarang itu yang terjadi
Rasa bosan yang sudah diujung kepala ini..
rasa lelah yang sangat menyita energi dan pikiran...
penantian untuk suatu masa yang akan datang...
Masa lalu=rencana
Masa sekarang=sedang di usahakan
Masa datang=akan terwujudkan
Hanya sekedar teori. Ya, berteori itu mudah.
Kebingungan ku yang aku sendiri bingung apa yang aku bingungkan, tapi sekarang aku sedang bingung.
Kenapa sih, apa yang salah?
Sepertinya sesuatu yang dapat menyejukan hati saat-saat seperti ini, akan sangat berarti .






