twitter


Gerakan kepemudaan/mahasiswa memang sudah sejak lama dikenal sebagai gerakan pengusung berbagai perubahan. Selain memiliki semangat juang membara, para aktivis kepemudaan yang sebagian besar adalah mahasiswa juga dianggap memiliki intelektualitas tinggi dan kapasitas kepribadian yang telah mapan.

Dalam sejarah gerakan mahasiswa tercatat beberapa momentum yang dianggap monumental berkaitan dengan proses perjuangan generasi bangsa menghadapi tantangan zamannya, yaitu:
1. Tahun 1908, melahirkan Boedi Oetomo.
2. Tahun 1928, melahirkan Soempah Pemoeda.
3. Tahun 1945, melahirkan Gerakan Mahasiswa 45.
4. Tahun 1966, melahirkan Angkatan 66 Orde Baru.
5. Tahun 1974, melahirkan gerakan anti modal asing Jepang yang disebut Malari 74.
6. Tahun 1978 melahirkan gerakan perlawanan terhadap Soeharto langsung disebut  Gema77/78.
7. Tahun 1998, melahirkan Gerakan Mahasiswa 98 yang menumbangkan Rezim Soeharto Orde Baru.

Mahasiswa sebagai generasi penentu bangsa adalah sosok yang tidak bisa dipisahkan dari perubahan bangsa. Demo-demo yang dilakukan setidaknya hanya sebagian kecil dari aksi menuju perubahan yang dilakukan oleh mahasiswa. Ketika Dewan Perwakilan Rakyat yang kita sebut sebagai wakil rakyat sudah tidak bisa mewakilkan rakyat lagi, disini muncul sosok mahasiswa yang menyuarakan kembali bagaimana suara dan jeritan rakyat yang selama ini hanya terlindas begitu saja oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang disibukkan oleh urusan korup uang negara.

Organinasi oleh mahasiswa yang berjalan sekarang justru ternodai oleh kepentingan elit sehingga pikiran-pikiran positif untuk membentuk suatu perubahan terkontaminasi oleh kuasa politik. Padahal harapan terbesar bangsa ini ada pada mahasiswa. 


Apapun itu persoalannya, apalagi yang baru saja menyandang predikat maha- pada statusnya sebelumnya yaitu siswa, sangat diharapkan untuk menanam nilai-nilai moral yang baik dengan hati nurani untuk berjalan dan mengarungi langkah-langkahnya dalam menghadapi persoalan bangsa sampai pada puncaknya menggantikan posisi pemimpin bangsa. 

Ketika itu Taufik Ismail berpidato ketika ospek UGM 2012 di lapangan pancasila, GSP. Beliau berulang-ulang kali memekikkan kalimat "Jangan Ikuti Generasi Ku" dengan disambut oleh 9000 mahasiswa dengan tegas dan penuh keyakinan menjawab "Tidak Akan!"
Betapa kita masih punya harapan untuk mahasiswa sebagai iron stock, agen of change dan social control untuk bangsa kita, bangsa Indonesia yang masih begantung untuk menumpukan harapan pada mahasiswa.

9 comments:

  1. pelajaran sejarah nih....

  1. Setuju sama kalimat ini...
    "pikiran-pikiran
    positif untuk membentuk suatu perubahan
    terkontaminasi oleh kuasa politik."

  1. Hi Nama saya Egi
    Pengetahuan yang menarik :)

  1. Iya nih..kyaknya Plajaran Sejarah nih....
    Bagus Tapi !!

  1. Pelajaran sejarah gak selamanya ngebosenin kan malah dapet pengetahuan baru, jadi jgn benci sejarah ya temen2 :)

  1. Belakangan inih pergerakan mahasiswa ada evaluasinya gak ya? kok kayaknya cuma sekedar demo. Kalo tuntutannya ga terpenuhi, tenang-tenang aja, pulang.

  1. wah YONOTHERICH tau darimana? inget gak beberapa waktu lalu waktu kenaikan bbm mahasiswa seluruh indonesia (diwawancarai tv one) karena sebelumnya jg menggelar aksi di masing2 kota tapi tidak ada tanggapan, lalu menyatukan bem seluruh univ terus menggelar aksi besar2an yang mengakibatkan pemerintah meyerah dan memenuhi tuntutan rakyat

  1. kalo boleh tukeran banner ya :)

  1. silahkan :)

Post a Comment