twitter


Hai semua, kali ini aku mau berbagi pengalaman tes TOEFL.
Biasanya kalau nyoba simulasi tes TOEFL score ku berkisar 400-an hehe belum pernah tembus diatas 500. Tapi alhamdulillah setelah berusaha, akhirnya bisa tembus diatas 500 dengan sekali tes ETS :) Yeay!
Mau tau langkahnya apa saja? Yuk cek !

1. Les TOEFL
Sebenernya ikut les khusus TOEFL adalah cara yang paling efektif. Les TOEFL berbeda dengan les bahasa inggris reguler ya yang biasanya dibagi tingkatan level itu. Les khusus TOEFL ini mempelajari lebih dalam tentang tipe soal dan pembahasannya. Ilmu yang kamu peroleh dapat kamu gunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggrismu sehari-hari.
Secara garis besar yang dipelajari adalah 3 section seperti di soal TOEFL, yakni listening, writing, dan reading. Per section akan ada subbab lagi yang dibahas secara mendalam.

2. Rekomendasi E-Book
Buku yang lengkap dan enak untuk dipelajari disertai dengan latihan soal adalah LONGMAN. Belajar lewat buku hard copy lebih enak, tetapi kalau kamu mau softfile nya bisa didownload disini. Buku waktu aku les TOEFL sama persis dengan materinya di buku LONGMAN tetapi  tidak ada kunci jawaban soal, jadi tidak tahu yang mana yang benar.

3. Latihan Soal Full Test
Setelah kamu sudah memperdalam materi TOEFL, baru lanjut kerjakan soal.
Cari buku kumpulan soal latihan full test untuk simulasi TOEFL. Daripada ikut simulasi TOEFL harganya lumayan menguras kantong, berkisar 50ribu-100ribu untuk sekali tes. Kalau beli buku, simulasi soal yang bisa dikerjakan lebih banyak dan juga ada kunci jawabannya. Sedangkan simulasi test tidak bisa mempelajari kesalahan karena tidak diberitahukan kunci jawabannya.

Pastikan buku kamu punya kunci jawaban yang ada pembahasannya, termasuk listening harus ada scriptnya. Banyak buku soal TOEFL di toko buku, tapi yang paling banyak soal latihan serta pembahasannya detail baru saya temukan di buku ini. Jangan salah beli karena banyak yang mirip. Judul bukunya Best Score TOEFL 600 dengan penampakan berikut :

Buku ini khusus soal ya, ada sekitar 8 soal full test dan soal lainnya per section.
CD nya berisi listening dan ada script nya di buku sehingga bisa latihan. Setiap full test ada pembahasannya sehingga tau yang benarnya seperti apa.
Bukunya aku beli di SHOPEE karena selisih harganya lumayan beli klik disini

Beberapa kali latihan soal TOEFL di buku ini score ku masih banyak yang belum 500. Sampai hopeless banget, pasrah ga mungkin bisa 500. Tapi terus latihan soal sampai bisa menembus score 500.

Setiap sehabis latihan, kerjakan lagi soal yang salah biar ingat jawaban yang benar harusnya seperti apa. Bukan dihapal jawabannya ya, tapi cara menjawabnya atau materi pembelajarannya. Untuk latihan listening dengarkan sambil membaca script, terus dengarkan lagi tanpa script. Latihan terus dari soal-soal.

4. Test TOEFL
Setelah cukup bekal materi TOEFL dan latihan soal, lanjut tes TOEFL ETS di Cilacs UII, waktu itu biayanya Rp. 550.000. Alhamdulillah selama test lancar, soalnya sama seperti mengerjakan soal latihan.

Setiap section ada waktu masing-masing, jadi kita tidak boleh mengerjakan kembali ke section sebelumnya. Jadi, pergunakan waktu sebaik mungkin. Waktu untuk listening dan writing sebenarnya cukup, tapi untuk reading memang tidak cukup. Jangan sampai ada yang belum diisi ya, meskipun tidak cukup waktunya usahakan sisakan waktu 1 menit untuk melingkari jawaban yang masih kosong.

Disini aku mau berbagi tips sesuai pengalaman tes TEOFL akan dibahas per section nya

a. Section Listening
Awal-awal masih mudah dipahami apa yang dibicarakan audio. Tapi semakin ke belakang, semakin sulit haha. Apalagi yang sub section part B sama part C lebih sulit lagi haha kalau aku ya. Pokoknya kalo kepepet ga bisa jawab, baca option yang paling masuk akal aja.

b. Section Writing
Kerjakan urut dari nomor 1, usahakan jangan terlalu banyak mengulang membaca soal, jika masih ragu menjawab, kerjakan soal lain dulu. Setiap menjawab kita harus benar-benar yakin karena setelah selesai mengerjakan semua, kita tidak ada waktu lagi untuk mengecek jawaban kedua kalinya. Jika masih ada waktu, kerjakan soal yang masih kosong atau yang masih ragu. Jika tidak bisa menjawab, asal isi saja yang penting jangan sampai kosong.

c. Section Reading
Untuk menghemat waktu menjawab pada section reading, kerjakan dulu soal tentang arti/makna kata atau soal tentang kata ganti pada kalimat. Karena untuk soal arti kata bisa langsung menjawab tanpa melihat text, sedangkan untuk kata ganti hanya perlu melihat kalimat yang ditanyakan. Jadi, hanya memakan waktu yang singkat dan lebih mudah dijawab. Barulah setelah itu kerjakan soal lain urut dari nomor 1 dengan membaca langsung kalimat yang sesuai dengan pertanyaan soal.

Tips ini bisa diaplikasikan bagi kamu yang akan tes TOEFL. Jika sudah menguasai materi dan sudah sering latihan soal-soal,  kamu bisa meningkatkan score dengan membiasakan mendengarkan musik, film, interview, atau percakapan dalam bahasa inggris untuk meningkatkan listening. Juga perbanyak baca artikel, berita, atau jurnal dalam bahasa inggris untuk meningkatkan kemampuan grammar dan memperbanyak kosakata.

Mungkin ini dulu tips dari pengalaman ku pertama kali persiapan untuk tes TOEFL.
Semoga kamu bisa sukses dan mendapatkan score sesuai yang ditargetkan !
Sampai jumpa dilain kesempatan..

Salam.

vv


Haloo.
Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman paket JNE ku salah alamat karena tertukar resi yang ditempel atau istilahnya criss-cross.

Disini tertukar bukan karena pengirim yang salah ngasih alamat di paket, tapi karena JNE nya yang salah tempel resi. Jadi, setiap paket yang mau dikirim pasti diplastikin lagi oleh JNE nya terus ditempel resi yang ada alamatnya.

Waktu itu mau ngirim 2 paket ke alamat yang berbeda, paketnya diambil langsung ke rumah oleh JNE. Memang sudah langganan dan sering ngirim paket karena kebetulan aku punya olshop.
Setelah paketnya dibawa, seperti biasa JNE langganan ngirim foto resinya. Gak ada kecurigaan apapun, langsung ku input nomor resinya ke Shopee.

Alamatnya satu di Surabaya dan satu di Singkawang (Kaltim), jauh banget dan beda pulau pula. Setelah 5 hari kemudian ada customer Singkawang yang ngasih tau alamat yang ditulis di paket ternyata tidak sesuai dengan alamatnya saat itu, tertulisnya alamat Surabaya. Terus coba tanya ke customer surabaya, ternyata paketnya juga tidak sesuai alamat! Waduh, panik dong, langsung ku kabari JNE tempat ku ngirim. JNE nya bilang paket akan diambil langsung oleh kurir JNE nya sesuai daerah masing-masing. Tapi sudah 2 hari gak diambil-ambil, terus customerku inisiatif ke kantor JNE nya.

Sampai sini, aku mau kasih tips yang perlu diperhatikan kalau nerima barang :

1. Paket harus diterima bersamaan dengan bungkus luar JNE (include resi dan alamat).
Kecuali kamu sudah pastikan alamat yang tertempel di paket dari pengirim sudah benar.

Kalau ternyata baru menyadari alamat tertempel dari pengirim tidak sesuai, nanti pada saat mau klaim bisa jadi JNE tidak mau disalahkan karena tidak ada bukti paket yang dikirim via JNE dan tidak ada bukti alamat yang ditempel JNE salah.

2. Cek alamat dari bungkus JNE dan alamat yang ditempel dari pengirim.
Jangan hanya baca alamat dari JNE saja, baca juga alamat dari pengirim. Gak harus dibuka bungkusnya kok, bisa dilihat dari luar karena bungkusnya transparan. Sama cek juga bentuk barang kalau misal tidak dikardus bisa ketahuan bentuknya dari luar.

Kalau ternyata tidak sesuai alamatnya, JANGAN DITERIMA. Langsung minta kurir kembalikan ke JNE pusat untuk dikirim sesuai alamat.

Tapi kalau kamu terlanjur terima?
1. Kembalikan Barang ke JNE
Bisa menelpon JNE untuk minta diambil barangnya atau antar langsung barang ke pusat JNE. Kenapa harus ke pusat JNE? Agar barangnya cepat diproses, kalau hanya di cabang saja masih butuh waktu lagi untuk diantar ke pusat.

2. Tanda Terima
Pastikan kamu dapat tanda terima barang sudah diserahkan. Nanti tanda terima ini bisa digunakan sebagai bukti ke pengirimnya bahwa barang sudah diserahkan, juga sebagai bukti untuk JNE kalau barang nanti dinyatakan hilang. Seperti ini tanda terimanya :

3. Follow up 
Pengirim dan customer harus memonitor terus, rajin-rajin telepon nanyain progres posisi paketnya sudah dimana. Dulu aku telepon ke JNE cabang Surabaya, Singkawang, Pontianak. Harusnya JNE pengirim yang bertanggungjawab memonitor dan mengabari progres barangnya. Tapi jangan berharap dia kooperatif dan bertanggungjawab, kalo dapet yang tanggungjawab sih enak. Kalo dulu aku sendiri dan dibantu customer yang nelpon ke JNE cabang dan follow up terus sampai dapat resi.

4. Resi Baru
Kalo barang sudah siap kirim, kamu akan dapat dummy atau resi baru yang berawalan angka 8 yang bisa tracking barangnya sudah sampai mana. Nah, kalo udah dapet resi ini bisa bernafas lega hehe. Contoh tracking resi baru :
Tapi misalnya kamu sudah seminggu tapi belum dapet resinya segera buat laporan ke JNE pusat agar dibantu investigasi.

Dan selesai...
Alhamdulillah, paketku sudah sampai ke tujuan sesuai dengan alamat masing-masing :)
Pokoknya jangan panik dulu kalau ada kejadian seperti ini. Harus di follow-up terus agar barang tidak hilang atau terselip. Kalau kamu seller, rajin update ke customer dan tunjukkan itikad baik pastinya.

Oke deh segitu dulu postingan kali ini. Semoga bermanfaat untuk kamu yang mengalaminya yaa.
See Youu.


Salam.
vv





Sudah pernah mendengar 7 skin method yang berasal dari Korea?
Apakah 7 skin method dan 7 step skincare itu sama saja?
Jadii..
Kalau secara teori 7 skin method ini artinya memakai 7 layer dari 1 produk skincare toner. Sedangkan 7 step skincare artinya 7 step penggunaan produk yang berbeda-beda fungsinya.
Mungkin yang sering kalian dengar adalah 7 step skincare, bahkan ada juga yang 10 step skincare. Padahal ada juga teknik lain yang tidak kalah terkenalnya di Korea, yaitu 7 skin method.

Step 7 skin method ini dilakukan setelah melakukan double cleansing, kalau kamu punya cleansing toner bisa dipakai dulu, lalu baru lanjut ke tahap 7 skin method.
source : www.google.com
Produk yang digunakan pada 7 skin method adalah single toner yang berfungsi sebagai pelembab. Jadi bisa dibilang toner yang digunakan adalah hydrating toner bukan cleansing toner apalagi exfoliating toner, bukan ya. Pada prinsipnya 7 layer toner akan membuat wajah semakin terhidrasi, kenyal, glowing, dan tampak lebih muda tentunya. Toner yang digunakan harus bersifat cepat menyerap atau water based. Pilih yang tidak mengandung alkohol, perfume, silikon, ataupun oil karena akan membuat kulit terasa berat atau dapat pula menimbulkan iritasi.
source : www.google.com
Cara penggunaannya tuang produk beberapa tetes atau secukupnya ke telapak tangan, pastikan mulut botol tidak terlalu besar sehingga produk tidak banyak terbuang. Lalu ratakan produk di telapak tangan sebentar kemudian ditepuk-tepuk pelan ke wajah sampai produk yang ditangan menyerap ke wajah. Cara ini dilakukan sebanyak 7 kali. Biarkan dulu lapisan pertama menyerap kemudian lakukan lagi untuk lapisan kedua, dst sampai dengan lapisan ke tujuh.
Pertanyaannya kenapa 7 kali? Mungkin hanya kepercayaan orang Korea, atau mungkin juga sudah menjadi kebiasaan. Pada intinya sih sampai wajah terasa lembab dengan sempurna namun tidak terlalu basah seperti cuci muka yaa.
source : www.google.com
Setelah 7 skin method biasanya aku tetap lanjut ke tahap berikutnya seperti 7 step skincare. Jadi, 7 skin method ini masuk pada tahapan toner, setelahnya bisa lanjut ke tahapan essence, serum, cream, dan suncreen kalo pagi hari.
Begituuu.
Kalau dijabarkan totally 7 step skincare adalah seperti ini :
1. Double cleansing
2. Cleansing toner atau exfloliating toner
3. Hydrating toner dengan cara 7 skin method
4. Essence
5. Serum
6. Cream pelembab
7. Suncreen

Nah, untuk kamu yang masih pemula mungkin udah berpikiran pasti akan ribet dan lama. Wajar sih, tapi percaya deh kalau udah kebiasaan pasti ada yang kurang kalau melewati step nya. Hehe.

Okee deh cukup segini duluu. Semoga bermanfaat yah bagi yang mau nyoba :D
Nanti next post aku bakal bahas tentang metode skincare yang lain.


Salam
vv




Halo 2019!

Sebelumnya bagi yang belum tau Acept dan PAPs itu apa, gue jelasin dulu. Jadi, Acept dan PAPs itu adalah tes untuk memenuhi persyaratan pendaftaran S2/S3 UGM. Acept adalah tes kemampuan bahasa inggris sebagai pengganti TOEFL. Sedangkan PAPs itu adalah tes TPA peganti tes TPA BAPPENAS. Tes Acept dan PAPs ini harganya berkali-kali lipat lebih murah dan jadwal tesnya ada setiap seminggu sekali. Tetapi kamu tidak bisa menggunakan hasilnya untuk mendaftar beasiswa nasional maupun internasional atau untuk mendaftar ke univ lain, hanya bisa dipake buat daftar S2/S3 di UGM saja.

Oke lanjutt, gue akan bahas satu per satu. Mulai dari Acept dulu yaa setelah itu Paps ya.

ACEPT
PENDAFTARAN ACEPT

1. Halaman awal :
http://acept.ugm.ac.id/sessAcept/idx.php
Disini kamu bisa cek kuota yang sudah berjalan dan peraturan secara umum.
Pendaftaran ditutup H-1 jam 14.00. Pastikan pembayaran sudah dilakukan baru kamu bisa login.
Kamu juga bisa melihat ketentuan saat tes harus membawa apa saja. Saat tes sebenarnya sudah disediakan pensil 2B, penghapus dan rautan. Kalau mau bawa untuk cadangan juga gapapa.

2. Jadwal Acept :
http://pusatbahasa.ugm.ac.id/2016/12/22/jadwal-test-acept/
Disini jadwal dan kuota tidak update, cek di halaman awal saja yang lebih real time. Kalo tanggal tes bisa dicocokan sendiri setiap hari rabu. Jadwal dalam 1 hari ada 2x tes, kamu bisa ambil salah satu sesi,yakni pukul 08.00-11.00 atau 13.00-16.00

3. Prosedur pendaftaran :
http://pusatbahasa.ugm.ac.id/2018/02/28/test-acept/
Pembayaran sayangnya hanya bisa dilakukan di Bank BNI. Usahakan pembayaran dilakukan jauh-jauh hari aja. Kamu bisa login kapan saja, tidak harus sesuai hari pembayaran.

4. Login :
ke http://acept.ugm.ac.id/sessAcept/idx.php
Username : isi tanggal lahir
Password : ada dibukti pembayaran bank
Isi pendaftaran lalu cetak kartu.


5. Cek hasil :
http://acept.ugm.ac.id/hasil/
Hasilnya keluar kurang lebih 8 hari setelah tes.


6. Ketentuan pengambilan sertifikat :
http://pusatbahasa.ugm.ac.id/2018/02/28/test-acept/

7. Lokasinya :
Masuk dari bunderan ugm -> lurus ambil kanan -> ada pintu masuk FIB (kiri jalan) -> masuk terus langsung ke kanan -> ke Gedung G

8. Test hari H
Lokasi tes di lantai 2 atau 3, tapi penitipan tas ada di lantai 1. Barang yang boleh dibawa ke atas adalah kartu peserta, KTP, air minum (bawa aja biar ga dehidrasi), alat tulis (pensil 2B, penghapus, rautan) optional sebaiknya dibawa saja untuk cadangan meskipun disana sudah di siapkan pensil, penghapus, dan rautan.
Pastikan tidak membawa hp, kalau ketahuan hp nyala pada saat tes, kamu langsung didiskualifikasi.

TIPE SOAL ACEPT
Cara menjawabnya dengan menghitamkan ljk, cukup membutuhkan waktu nih. Usahan pensil diraut dulu agar lebih efisien saat menghitamkan.

Banyak yang bilang Acept lebih sulit dari TOEFL. Kalo menurut gue dari segi kosakata lebih mudah dipahami Acept, tapi kalo kalo dari segi model soal lebih banyak Acept. Gue bahas satu-satu ya sesi soal Acept. Cekidot --->

Listening (20 soal), Vocabulary (30 soal), Grammar and Structure (40 soal), Reading Comprehension (40 soal,) dan Composing Skills (40 soal).
Nilai setiap bobot soal adalah 2,5. Waktu per sesi ada sendiri-sendiri. Tidak boleh mengerjakan soal selanjutnya jika belum ada aba-aba.

1. Listening
Tipe pertama :
Kamu akan mendengarkan pernyataan 1 kalimat lalu diminta memilih jawaban yang makna nya sama. Jeda waktu soal ke soal cepet banget. Total waktu mepet banget, jadi jangan kelamaan mikir. Ketika audio berlangsung harus sambil baca option dan mentranslate ke makna yang sama. Setelah audio selesai langsung bulatkan jawaban.

Tipe kedua :
Kamu akan mendengarkan 1 paragraf untuk menjawab 2 pertanyaan. Pertanyaannya adalah topik dan kesimpulan teks. Ketika audio diperdengarkan, kamu bisa langsung mengira2 pertanyaan dan menjawab soal.

2. Vocabulary
Tipe pertama :
Mengisi titik-titik di dalam paragraf, kamu bisa menyesuaikan jawaban dengan konteks soal. Vocab nya tidak terlalu susah, masih umum dipakai.

Tipe kedua :
Mengisi titik-titik 1 kata yang hilang dari frasa kalimat yang biasanya bergandengan. Kamu bisa menyocokkan apakah kata tersebut cocok disandingkan dengan kata yang ditebalkan.

3. Grammar & structure
Tipe pertama :
Memilih kalimat yang benar. Intinya dalam satu kalimat itu harus terdapat Subject dan Verb, Kamu bisa pelajari ini di buku-buku strategi toefl.

Tipe kedua :
Mengisi titik-titik pada paragraf sesuai dengan tenses dan pasif/aktif suatu kalimat.

Tipe ketiga :
Memilih 1 kata yang salah dari kalimat yang digaris bawahi. Tipe ini seperti di soal toefl, kamu bisa pelajari grammar yang ada pada buku-buku strategi toefl.

4. Reading
Sama seperti soal toefl, soal seputar topic/main idea, kesimpulan, seputar teks, similiar meaning kata, dll. Kalau dibandingkan dengan toefl, soal reading Acept jauh lebih mudah. Dalam hal vocab dan kalimatnya lebih mudah dimengerti serta jawaban pertanyaannya pasti ada di dalam teks bacaan. Jadi, tidak perlu mikir lama dan pusing.

5. Composition
Ini adalah tipe soal yang banyak jenis nya bikin lama mikir haha. Susah memilih jawaban yang benar.

Tipe pertama :
Tidak ada soal, kamu harus memilih kalimat yang sesuai dengan tata bahasa grammar dan kalimat yang paling logic.Agak membingungkan memang, tapi kuncinya dalam 1 kalimat harus ada Subject dan Verb. Kalau ada 2 kalimat harus ada konektor.

Tipe kedua :
Mengganti 1 kata menjadi kata yang sesuai dari segi konteks soal (tenses,pasif/aktif) kalimat.

Tipe ketiga :
Kamu harus memilih kalimat yang sama makna nya sesuai dengan soal. Pilihan jawaban yang benar harus ada Subject dan Verb.

Tipe keempat :
Melanjutkan 1 kalimat yang ada pada soal. Soal ini yang paling membingungkan karena hampir semua pilihan jawaban cocok untuk melanjutkan kalimat soal haha. Pilih saja yang paling dekat dengan kalimat awal. Biasanya ditandai penghubung diawal kalimat, contoh kalimat kontra atau kalimat lanjutan.

Selesai sudah mengerjakan soal Acept. Yeay!!
Tips yang paling penting adalah manajemen waktu. Jangan sampai kehabisan waktu karena memang waktunya sangat mepet banget. Per tipe soal ada waktu sendiri, jadi tidak bisa nyicil mengerjakan soal selanjutnya kalau sudah selesai. Tapi kalau masih kebanyakan waktu kamu bisa sih curi-curi mengerjakan soal sebelumnya, tapi kalau ketahuan nanti akan ditegur loh haha.

Oke deh segitu dulu tentang Acept ya!
Lanjuuut bahas PAPs -->




PAPs

PENDAFTARAN

Alur pendaftaran PAPs :
Alamat web PAPs :
Disini kamu bisa melihat prosedur pendaftaran, jadwal, dan ketentuan saat tes.

1. Prosedur pendaftaran 

Kalau PAPs kamu bisa melakukan pembayaran lewat atm. Pastikan atm tersebut dapat mencetak bukti pembayaran yaa. Karena untuk login kamu perlu data yg ada di struk pembayaran.

2. Jadwal PAPs
Jadwal tes PAPs setiap 1 minggu sekali di hari kamis. Jadwal dalam 1 hari ada yang 1x / 2x / 3x tes tergantung hari, kamu bisa ambil salah satu sesi,yakni pukul 08.00 / 10.30 / 13.00. Tes berlangsung selama 1 jam.

3. Ketentuan peserta PAPs
Kamu bisa cek ketentuan saat tes apa saja yang dibawa. Pastikan bawa alat tulis pensil 2B, penghapus, dan rautan karena disana tidak disediakan.

4. Login pendaftaran :
https://paps.ugm.ac.id/

Username : isi tanggal lahir
Password : ada dibukti pembayaran bank
Isi pendaftaran lalu cetak kartu.

TIPE SOAL PAPS
Cara jawabnya hanya dengan menyilangkan jawaban saja dengan pensil 2B. Berbeda dengan Acept yang harus menghitamkan jawaban.

Banyak yang bilang Paps lebih mudah dari TPA BAPPENAS. Gue belum pernah liat tes TPA BAPPENAS, tapi secara umum mungkin kurang lebih sama ya. Disini gue bahas satu-satu tipe soalnya ->>

1. Tes Verbal
Tipe pertama :
Sinonim dan antonim masih umum banget kata-katanya. Pilihannya hampir sama semua haha. Kalo bener-bener dipikirkan nanti kelamaan, mending tembak dulu salah satu nanti kalau ada waktu dibaca lagi.

Tipe kedua :
Analogi kata atau hubungan kata. Sama seperti tes TPA biasanya, memilih jawaban yang sesuai dengan analogi soal. Paling mudah dimengerti sih.

Tipe ketiga :
Pemahaman logika sederhana. Baca soal pelan-pelan lalu dihayati. Pasti akan ketemu jawabannya, hehe.

2. Tes Kuantitatif
Tipe pertama :
Deret angka seperti TPA biasa, soalnya lebih simple dan ga complicated.

Tipe kedua :
Banyak soal matematika SMP kalau kamu lupa bisa buka-buka lagi. Seperti: sudut pada garis, luas dan volume benda 3D (tabung/kerucut/balok/kubus/prisma/bola),luas dan keliling benda 2D (lingkaran/persegi/belah ketupat/jajar genjang). Hapalkan rumusnya yaa!

Tipe ketiga :
Soal matematika cerita terkait harga, gaji, untung rugi, dll. Soal ini agak butuh pemahaman dan penghayatan jadi skip dulu aja kalo memang butuh mikir lama.

Tipe keempat :
Perhitungan angka seperti persentase, perkalian, pembagian, dll. Soal ini menuntut kamu cepat, ga usah dihitung semuanya, kalau sudah ketahuan angka paling ujungnya benar langsung pilih jawabannya atau cari jawaban yang paling mendekati.

Tipe kelima :
Soal cerita tentang perbandingan. Ingat, ada perbandingan lurus dan terbalik ya. Perbandingan lurus misal : jika 5 buku untuk 10 orang, maka 8 buku untuk berapa orang. Perbandingan terbalik misal : jika 10 orang mampu mengerjakan 5 jam, maka 20 orang mampu mengerjakan berapa jam.


3. Tes Visual
Tipe pertama :
Soal ini ga ditemukan di soal TPA biasanya. Sangat membingungkan haha. Contohnya seperti ini:
Jadi kamu diminta mencari hubungan antar 3 kata tersebut. Kalo menurut gue soal diatas ada hubungan seperti ini : Koruptor itu bisa meliputi politikus dan mentri -> berarti jawabannya A.

Tipe kedua :
Gambar yang tidak berhubungan diantara pilihan jawaban. Kamu harus mencari korelasi dulu dari gambar2 sebelumnya, misal: semua gambar bersudut, atau berjumlah ganjil/genap, dll

Tipe ketiga :
Memilih gambar selanjutnya, biasanya dari gambar yang diputar lalu putaran selanjutnya gambar menghadap mana.

Tipe keempat :
Melanjutkan hubungan gambar dari hubungan gambar sebelumnya. Soalnya cukup bikin pusing haha. Susah menemukan korelasi kedua gambar sebelumnya.

Selesai sudah mengerjakan soal PAPs. Yeay!!
Sama seperti Acept tips yang paling penting adalah manajemen waktu dan juga ketelitian. Di PAPs tidak ada soal jebakan.
Per tipe soal ada waktu sendiri, jadi tidak bisa nyicil mengerjakan soal selanjutnya kalau sudah selesai. Kamu akan punya banyak waktu sisa untuk soal Tes Verbal tapi tidak boleh mengerjakan soal selanjutnya karena belum ada aba-aba. Padahal soal di Tes Kuantitatif dan Tes Visual sangat memakan waktu. Tes kuantitatif banyak memakan waktu karena kebanyakan hitungan, kalau tes visual kelamaan mikir karena bingung haha. Jadi, gunakan waktu sebaik mungkin.

END

Oke deh akhirnya selesai sudah postingan gue yang panjang lebar ini tentang ACEPT dan PAPs :D
Semoga hasil tes kalian sesuai dengan target!
Jangan lupa cek kelengkapan yang harus dibawa dan refresh dulu soal-soal sebelum tes yaa.

Sampai jumpa dipostingan berikutnya!

-vv-


Biasanya sebelum membeli skin care, kamu akan mencari review orang dulu di internet. Pertanyaan yang akan muncul : Apakah produk tersebut berefek sesuai dengan klaimnya? Apakah dapat menimbulkan breakout/purging?
Sayangnya, review dari orang lain belum tentu sesuai dengan kulit kamu. Tidak semua orang merasakan reaksi yang sama, kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya :

  • jenis kulit, kulit kering-berminyak-dan kombinasi pasti akan berbeda efeknya
  • ketahanan kulit, ada yang kulitnya sensitif dengan beberapa kandungan atau bahkan ada yang alergi.
  • perlakuan, ada yang tidak mencuci muka setelah bermake-up atau ada yang makan makanan yang justru dapat memperparah kondisi kulitnya.
  • inkompabilitas dengan produk lain, ada yang memakai bersamaan dengan produk lain yang mungkin akan berefek baik atau buruk, atau ada juga yang memakai serangkaian skin care nya sehingga efeknya bisa lebih terlihat
  • endorse, hati-hati banget review orang di internet bisa objektif atau subjektif. Kamu harus lihat dulu apakah produknya disponsori atau diendorse, kalau iya berarti review nya cenderung subjektif. Ga mungkin kan udah disponsori atau dikasih produk gratis tapi menjelek-jelekkan? kecuali ada disclaimer review sejujur-jujurnya secara objektif. Maka dari itu, sebaiknya kalau cari review jangan dari artis atau beauty vlogger terkenal. Mending cari di forum aja misal female daily atau makeupalley atau sokoglam.
Lalu, kalau review tidak bisa dijadikan acuan yang utama, terus bagaimana? Nah, begini caranya ->>

1. Cek Nomor BPOM
Dikemasan produk pasti ada nomor registrasi BPOM nya. Kalau tidak ada dipastikan produk tersebut belum melalui pemeriksaan BPOM sehingga kandungannya tidak dapat dipastikan berbahaya atau tidak. Apalagi banyak produk yang illegal, kamu harus hati-hati ya! Kalau untuk produk import, tiap negara punya BPOM sendiri-sendiri. Misal: di Amerika ada FDA, di Korea ada KFDA. Pastikan produk itu juga terdaftar di BPOM ya untuk menjamin bahwa produk itu legal secara regulasi.

Cara cek nomor BPOM :
Muncul tampilan seperti ini:

Pada kolom pencarian bisa isikan nomor registrasi yang diawali dengan NA. Nomor registrasi bisa dilihat pada kemasan. Lalu cocokan apakah produk yang keluar di web sesuai dengan nomor registrasinya. Kamu juga bisa cek ED atau tanggal kadaluarsa nya, sudah sesuai atau belum.


2. Cek komposisi ke web skincarisma 
a. muncul tampilan seperti ini :

b. klik cosmetic analyzer :
Pada kolom yang besar itu tuliskan ingridients produk. Kamu bisa menganalisis lebih dari 1 kandungan dengan dipisahkan tanda koma. Sebelumnya kamu bisa searching di google dulu kandungan dari kosmetik/skin care kamu. Banyak kok, pasti ada. Selamat mencari!

c. hasil analisis
Fungsi setiap jenis kandungan dan nilai keamanan, semakin kecil angka ewg maka semakin aman.

Analisis kandungan secara keseluruhan
d. Compare product
Di web skincarisma kamu juga bisa compare product. Caranya: cari produk pertama dikolom pencarian lalu tambahkan, kemudian cari produk kedua lalu tambahkan. Setelah itu dicompare, dan lihat hasilnya.



3. Cek komposisi ke web cosdna
a. muncul tampilan seperti ini :
Jangan khawatir meskipun ada tulisan mandarin tapi webnya bahasa inggris kok, hehe.

b. klik cosmetic analyzer :
Sama seperti skincarisma, pada kolom yang besar itu tuliskan ingridients produk. Kamu bisa menganalisis lebih dari 1 kandungan dengan dipisahkan tanda koma.
Kamu juga bisa menganalisis dari nama produk jika produk tersebut sebelumnya sudah terdaftar di cosdna.

c. hasil analisis
Fungsi setiap jenis kandungan dan nilai keamanan, semakin kecil angka safety maka semakin aman.
Jika kamu lihat angka safety yang cukup tinggi, ditandai dengan warna merah artinya tidak aman. Lalu mengapa BPOM memberi nomor ijir edar pada produk itu?
Jadi, analisis kandungan pada web skincarisma dan cosdna itu tidak ada jumlah persentasenya sehingga bisa saja bahan tersebut tidak berbahaya jika digunakan pada takaran/ukuran/jumlah yang pas. Tapi, siapa yang tahu jika terus menerus memakai kandungan tersebut efek jangka panjangnya seperti apa. Bisa jadi kandungan bahan tersebut akan menumpuk di dalam tubuh sehingga dapat berbahaya.

Seperti halnya kontroversi mengenai bahan pengawet paraben. Penelitian pada pasien yang terkena kanker payudara, ditemukan terdapat kandungan paraben. Namun, penelitian tersebut tidak menyebutkan paraben dalam kanker tersebut berasal darimana, berapa banyak pemakaiannya serta berapa tingkat keseringannya. Belum ada data untuk menjawab semua pertanyaan tersebut.
Jadi sebaiknya kita juga tetap waspada. Lebih bagus lagi kalau menghindarinya. Namun, tetap hati-hati bukan berarti pengawet selain paraben lebih aman ya. Bisa jadi karena belum ada penelitian mengenai hal itu malah sebenarnya lebih berbahaya dari paraben.

Maka dari itu, biasakan mulai dari sekarang keamanan kandungan produk kamu terlebih dahulu di web cosdna atau skincarisma. Usahakan tingkat keamanannya dibawah angka 5 yang berarti masih dalam zona aman.

Nah, sekarang sudah tidak perlu galau lagi kan memilih kosmetik/skin care yang cocok?
Tapi kembali lagi ke kulit masing-masing yaa. Setidaknya sekarang kamu sudah punya banyak referensi, tidak hanya review dari orang lain di forum atau youtube :D

Selamat memilih! Semoga menemukan kosmetik/skin care yang cocok!
See yaa!

Salam

vv


OSCE (Objective-Structured Clinical Examination) merupakan salah satu mata kuliah profesi apoteker UGM yang berbobot 1 SKS (hanya 1 sks ya, tapi horornya..) OSCE itu bukan seperti mata kuliah lain yang ada kuliahnya, tapi (harap sabar) ini adalah ujian praktek. Kalo di fakultas sebelah (read: FK), OSCE sudah dijadikan ujian nasional. Tapi kalo di Fakultas Farmasi, OSCE masuk sebagai ujian lokal saja (internal kampus maksudnya). Itupun tidak semua kampus ada OSCE nya (setau gue). Bakal sedih banget kalo nilainya sampe jelek, karena gak ada ujian ulang kayak comdis (siap-siap nangis setelah ujian).

OSCE itu bentuk ujiannya pos-pos. Dari masa ke masa jumlah posnya beda-beda tapi kurang lebih isi posnya sama aja. Sebelum hari H, biasanya ada pembekalan dulu dari dosen. Nah, ini sangat membantu sekali karena kita dikasih tau apa yang harus dilakukan, poin yang dimasukkan penilaian, bahkan ada contoh soalnya juga. Tapi siap-siap mencatat dengan secepat kilat ya, karena ppt pembekalan tidak boleh dicopy dan tidak boleh difoto juga slide nya.

Setelah pembekalan, bakal ada Try Out OSCE, tapi eh tapi pesertanya HANYA beberapa orang saja (T.T) jadi gak semua orang bisa ikut. Terus siapa aja yang ikut? Tergantung kebijakan kelas karena yang milih anak kelas. Kalo pas jaman gw yang ikut itu kan 7 orang, diantaranya harus ada yang pinter, medium, dan kurang, supaya bisa merepresentatif semua orang di kelas. Terus pemilihannya melalui voting kelas, satu orang harus milih 3, boleh kalo mau nulis dirinya sendiri. Mereka yang terpilih ikut Try Out harus siap menjelaskan ke teman-temannya. Baik itu tentang TKP per posnya seperti apa,  apa saja yang dilakukan, terus evaluasi kekurangan sebagai masukkan ke dosen untuk memperbaiki OSCE pada hari H nya.

Nah, sekarang gue akan bahas satu per satu tiap posnya. Sebelumnya, gue kasih tau dulu kalo tiap pos itu ada dosen dan laboran yang akan berperan sebagai pasien, dokter ataupun penilai. Ada 7 pos dan 1 pos istirahat, setiap pos diberi waktu 7 menit, jadi gunakan waktu 7 menit itu dengan sebaik-baiknya ya. Jika bel berbunyi, peserta geser ke pos setelahnya. Tiap pos ini ada pos transit untuk membaca resep selama 1 menit.
Yuk kita bahas satu per satu!

POS 1
Swamedikasi
Dapet resep di pos transit, tidak dijelaskan pasiennya sakit apa, tapi dari keluhan di resep kita bisa tau. Jangan mikir jauh-jauh penyakitnya apa, paling sekitaran yang diajarin di mata kuliah swamedikasi, seperti diare, konstipasi, batuk flu, sakit kepala, cacingan, kulit gatal, dll. Makanya sebelum itu kamu harus pelajari tentang panyakit-penyakit itu mulai dari gejala, obat dan terapi non farmakologi. Untuk obat, sudah disediakan di meja beberapa obat (berbeda indikasi) tinggal milih sesuai penyakitnya. Di pos ujian, sudah ada dosen (penilai) dan laboran (pasien), juga ada lembar PMR yang wajib diisi. Untuk lembar PMR ini adalah identitas, informasi pasien yang kita gali dan tindakan kita.

Hal yang perlu dilakukan :

1. Sikap profesional (salam, perkenalan,identitas)
2. Jebakan pertama : Tanya ke pasien yang sakit SIAPA
karena orang yang berperan sebagai pasien itu belum tentu pasien yang sebenarnya tapi bisa saja orang tua atau kerabat dari pasien.
3. Isi identitas pasien sesuai dengan format di PMR
4. Penggalian informasi :
- keluhan (beratnya, frekuensi, lamanya)
- kebiasaan pasien dan hal yang dilakukan sehingga timbul keluhan itu
- tindakan apa saja yang sudah dilakukan
- riwayat penyakit dan pengobatan
- alergi,
- dll.
Pokoknya pertanyaannya itu untuk meyakinkan apakah penyakit yang kamu simpulkan itu benar agar obat yang akan kamu berikan tepat. Selama bertanya, kamu harus sambil mencatat di lembar PMR. Gak usah lama wawancara, ingat masih ada konseling.
5. Pemilihan obat :
- tanya pasiennya, misal kalo anak-anak bisa menelan atau tidak
- lihat ED obat karena ada obat yang sudah ED, pilih obat yang TIDAK kadaluarsa ya!
- ada beberapa kekuatan sediaan, pilih yang dosisnya sesuai dengan umur pasien
- ada beberapa merk, tanya ke pasien mau pilih yang mana, kalo dia jawab terserah yaudah lu pilihin aja
- berikan obat dengan jumlah yang tepat (disesuaikan dengan lama terapi)
6. Pemberian informasi obat :
jelaskan dulu dari hasil penggalian informasi, pasien menderita penyakit apa. Nah, ini namanya diagnosa. Kalo untuk kasus swamedikasi, apoteker berhak menyimpulkan penyakit yang diderita pasien. Tapi kalo untuk kasus non-swamed, yang berhak melakukan diagnosa adalah dokter. Setelah pasiennya tau dia sakit apa, lalu dijelaskan informasi tentang obat seperti biasa. Udah tau lah ya, mulai dari indikasi, cara pakai obat, frekuensi, waktu pemberian, penyimpanan, dst. 
7. Konseling tentang non- farmakologi
Biasanya senjata paling pamungkas: makan yang bergizi, istirahat yang cukup, stop kebiasan pasien yang menyebabkan penyakit itu muncul. Nah, untuk pengobatan swamedikasi itu ada lamanya pengobatan (tiap penyakit beda-beda, baca di buku Handbook of Non-Prescriptions Drugs by Rosemary, et, all.). Kalau dalam beberapa hari itu tidak ada perbaikan maka berobat ke dokter.
8. Penutup (feedback, pertanyaan pasien jika ada, salam)


POS 2
Peracikan
Di pos transit kita dikasih resep obat dan sekaligus menghitung jumlah obat yang diambil. Kalkulator bawa sendiri kalo gak salah. Temen gw ada yang salah koma, hasil penimbangannya bisa jauh banget. Di pos ini ada dosen dan laboran sebagai penilai.
Perhatikan cara menimbang dan meracik, berikut hal yang perlu dilakukan :
1. Pilih bahan yang akan ditimbang. 
Untuk beberapa bahan sudah ada ditempel bobot bahan di kemasannya. Jadi, bahan yang kita timbang cuma 1 saja. Jebakan disini adalah ED bahan, perhatikan bahan yang diambil untuk ditimbang!
2. Persiapan menimbang kayak biasanya: dibersihkan dulu sisa-sisa bahan di timbangan bila ada (disediakan tissue) lalu disetarakan dengan menggeser sekrup timbangan ke kiri atau ke kanan. Bahan yang ditimbang di kiri, anak timbang di kanan (kidal sebaliknya). Timbangan kiri dan kanan diseimbangkan dulu dengan penara (posisi kertas/wadah ditaruh terlebih dahulu)
3. Timbangan ada 2 yaitu, timbangan miligram dan gram. Penggunaannya disesuaikan dengan berat yang ditimbang. Untuk berat < 1 gram gunakan timbangan miligram, jika lebih gunakan timbangan gram. Tidak boleh menimbang bahan yang beratnya kurang dari 50 mg, harus diencerkan terlebih dahulu.
4. Meracik. Bentuk sediaan yang diracik biasanya salep, kapsul, pulveres, suspensi, atau rekonstitusi. Pelajari cara meracik sediaan tersebut, terutama hal yang perlu diperhatikan dan urutan mencampur bahan.  Kalo gw dulu dapetnya sediaan salep, jadi bahan yang ditimbang adalah asam salisilat saja sedangkan basisnya sudah ada informasi beratnya. Hal yang perlu diperhatikan itu ketika menggerus asam salisilat harus dijenuhkan dulu dengan tetesan alkohol. Kerjakan basisnya di mortir lain, setelah digerus lalu dicampur dengan asam salisilat tadi sampai homogen. Lakukan dengan cepat dan rapi karena waktunya sangat terbatas. 
5. Menaruh di wadah, disini gak perlu dibuat etiket.
6. Bersihkan peralatan yang digunakan karena ini dinilai juga.

POS 3
Pelayanan resep
Di pos pelayanan resep ini yang harus diselesaikan adalah masalah interaksi obat pada resep. Ada dosen yang berperan sebagai dokter. Jadi titik berat disini adalah bagaimana kita sebagai apoteker dapat komunikasi dengan dokter terkait permasalahan pada resep. Nah disini sudah disediakan literatur DIH, DIF maupun MIMS. Hal yang perlu diperhatikan :
- potensi interaksi antar obat pada resep
- mekanisme interaksi
- cara komunikasi dengan dokter : diawali dengan perkenalan dulu, tetap komunikasi dengan sopan jangan terkesan menyalahkan.
- memberi usulan (disesuaikan dengan interaksinya apakah memungkinakan kalau hanya diberi jeda waktu saja atau harus diganti dengan obat lain)
Kalo gw dulu dapet resep obat simvastatin, gemfibrozil, dan obat2 DM. Kebetulan gw pernah dapet kasus ini di apotek tempat PKPA. Jadi, simvastatin sama gemfibrozil gak boleh diminum bersamaan. Penyelesaiannya adalah minum obat yang satu pagi sedangkan satunya lagi malam. Meskipun udah tau jawabannya, gw tetap cari interaksinya di literatur yang disediakan sebagai data lengkap untuk ngomong ke dokternya.
Nah, disini juga disediakan kertas untuk nyatet info yang kita dapet dari literatur. Oh iya, yang paling penting jangan sampai kamu kehabisan waktu untuk nyari di literatur tapi gak sempet ngomong ke dokternya. Karena yang dinilai itu pada saat kamu komunikasi dengan dokter.
Saran gw pelajari dulu interaksi obat yang sering banget terjadi, meskipun ada literatur tapi kan kamu udah ada bayangan mau dibawa kemana. Apalagi tau sendiri kan DIF itu in english, kadang sulit untuk memahami maksudnya. Syalalalaa

POS 4
Etiket dan copy resep
Disini akan ada dosen sebagai penilai. Hal yang kita lakukan adalah menulis copy resep berdasarkan resep dan obat yang tersedia. Hal yang perlu diperhatikan :
1. Pelajari det, det orig, dll.
Misal: diresep jumlah obatnya XXX disertai dengan iter 2x. Berarti kalo pasiennya ngambil 30 jadi –det orig- terus ambil lagi 30 (berarti total 60) jadi –det iter 1x- terus ambil lagi 30 (total ambil 90) jadi –det- Lain lagi kalo ambil 45 jadi det orig+15, dst.
2. Lihat obat yang disediakan. Jebakan disini adalah obat di resep beda dengan obat yang disediakan. Biasanya sih beda merk aja. Terus gimana? Boleh kalo merk di resep diganti ke merk lain yang gak sesuai resep atau ganti merk ke generik. Tinggal tulis -det (da nama obat yang lu kasih)- Nah kalo generik diganti ke branded? Ini sebenernya gak boleh, jadi kalo ga ada yang generik sesuai resep maka ga usah dikasih jadi ditulis -ne det- Tapi pas gw dulu itu sempet bingung juga, masa pasiennya gak dikasih obat, terus akhirnya gue kasih haha. Mana dosennya itu berperan sebagai penilai, jadi bingung juga kalo mau konfirmasi ke dokternya.

Setelah nulis copy resep, lanjut bikin etiket. Hal yang paling penting itu bisa membedakan etiket putih sama biru. Kalo putih untuk obat yang masuk melalui lambung (per oral) sedangkan biru untuk obat yang tidak melalui lambung misalnya pemberian lokal di kulit, melalui paru-paru, insulin, injeksi, dll. Di etiket informasi yang perlu dicantumkan meliputi : no.resep, tanggal, nama pasien, nama obat, frekuensi penggunaan obat, (berapa kali sehari), waktu minum obat (siang/malam, sesudah/sebelum makan), penyimpanan (terutama yang perlu suhu dingin, misalnya insulin) dan tanda tangan. Nah biasanya waktu minum obatnya tidak ada informasi di resep. Jadi, apoteker yang menentukan. Hoho. Makanya diinget lagi pemberian obat di apotek kapan aja waktu minum obatnya. Secara garis besar sih obat diminum setelah makan untuk mengurangi mual, mengurangi efek samping obat (NSAID menyebabkan nyeri lambung), atau memang mekanisme efek obatnya berefek setelah / saat makan (DM). Ada beberapa obat pula yang diminum sebelum makan seperti anti hipertensi, anti mual-muntah, lambung, dll.

Beri informasi tambahan apabila ada obat yang dianjurkan untuk diminum pada malam atau pagi hari. Misalnya : simvastatin (anti kolesterol) malam hari, glimepirid (anti DM) pagi hari, HCT (diuresis) pagi hari, dsb. Kemungkinan kamu akan ditanya oleh dosen kenapa obatnya sesudah/sebelum makan atau kenapa diminum malam/pagi hari. Tapi kamu gak perlu memberi PIO karena dosen disini berperan sebagai penilai saja bukan pasien/dokter.

POS 5
Monitoring Terapi Obat
Di pos ini, kamu diberikan kertas berisi narasi tentang pasiennya. Karena judulnya aja monitoring pasien maka fokus terhadap pengobatan yang diberikan kepada pasien. Lakukan persiapan sebelum hari H dengan mempelajari dulu penyakit yang memerlukan pengobatan dalam jangka panjang seperti : TBC, DM, hipertensi, dll. Saat membaca narasi langsung pikirkan apa yang mau dicari. Hal yang perlu dilakukan :
1. Gali informasi pasien, biasanya keperluan pasien datang ke apotek adalah untuk mengambil obat yang diresepkan. Maka minta waktu ke pasien untuk menggali informasi terkait monitoring pengobatan. Biasanya pasien hanya menjawab seperlunya saja, informasi yang sudah ada di narasi dapat ditanyakan kembali pada pasien. Disediakan literatur seperti MIMS dan ISO. Gue lupa apakah ada DIH dan DIH juga, kayaknya sih gak ada soalnya gue inget cuma pake literatur buat nyari efek samping dari masing-masing obat.
2. Disini kamu harus mengisi lembar monitoring.Terdapat kolom yang wajib diisi yaitu :
a) Efikasi - apakah obat memberikan efek sesuai indikasi? parameter normal nya seperti apa? misal hipertensi: cek tekanan darah, normalnya 120/80 atau TBC harus rajin cek ke puskesmas dan dikatakan normal ketika tes dahak hasilnya negatif kuman bakteri TBC. Ini tidak ada diliteratur sehingga kamu harus pelajari dulu sebelumnya.
b) Keamanan - bagaimana efek samping obat? cara mengatasi efek samping obat? keamanan obatnya? terutama untuk pasien kondisi khusus (hamil, menyusui, anak2, geriatri, dll). Ini bisa dilihat di MIMS atau ISO yang disediakan.
c) Parameter lain - kepatuhan pasien, cara penggunaan obat yang benar dan hal-hal yang tidak termasuk  2 poin diatas. misal: jarum insulin jangan disuntikan di tempat yang sama agar tidak terjadi penebalan lemak. Cara penggunaan obat termasuk lama pengobatan harus disampaikan juga, terutama TBC yang ada durasi pengobatan. Obat harus teratur diminum, tidak boleh berhenti. Kalo terlewat maka harus ngulang lagi pengobatannya dari awal. Gue sempet jelasin ke pasien minum obatnya sekaligus 4 tablet padahal bentuknya udah FDC (fix combination dose). Haha.

Hal yang paling penting disini adalah jangan kelamaan nyari info di literatur. Nanti waktunya gak cukup untuk menyampaikan info ke pasiennya. Padahal masuk penilaian juga. Jadi, kalo bisa info yang udah dapet langsung disampaikan aja ke pasien.

POS 6
Penyimpanan Obat

Di pos ini yang dinilai adalah bagaimana cara menyimpan obat dengan tata letak yang benar. Obat yang sudah disediakan dalam satu keranjang gitu kita pilih terlebih dahulu, mana yang layak dan tidak layak untuk dipajang di rak. Obat yang termasuk kategori tidak layak antara lain : sudah ED, kemasan rusak, dan ilegal (tidak ada nomor registrasi). Nah, obat ini ditaruh di keranjang khusus yang sudah di labeli sesuai dengan kategori ketidaklayakan obat tersebut.Setelah memisahkan obat yang tidak layak, maka mulailah kita menyusun obat sesuai dengan kaidah penyimpanan obat yang benar. Nanti disediakan rak tingkat yang diberi label. Kalo waktu gue OSCE, labelnya itu diantaranya : OTC, hormon, antihipertensi, anti DM, saraf, vitamin, dll. Kemudian lakukan hal sbb:
1. Mengelompokkan obat sesuai dengan label (indikasi) pada rak.
2. Urutkan bersarkan abjad (kiri ke kanan)
3. Kelompokkan berdasarkan bentuk sediaan. Nah, disini juga gw masih bingung, kalo bentuk sediaannya beda apakah harus beda rak? Soalnya raknya udah dilabeli sesuai indikasi. Hanya tersisa rak paling bawah tanpa label apapun, jadi gue pikir itu buat narok obat yang bentuk sediaannya beda. Tapi ya tetep dibedain yang obat keras dan OTC. Kalo di apotek sih gini urutan penyimpanan :
  • suhu penyimpanan
  • bentuk sediaan (padat, cair, semi padat  )
  • indikasi
  • huruf abjad
  • FEFO/FIFO
    Disini kamu disediakan form untuk mengisi apa saja obat yang tidak layak. Jangan lupa isi formnya karena masuk penilaian juga. 

POS 7
Penggunaan obat khusus
Pelajari semua obat khusus seperti handihaler, insulin, betadine vagina,  dll. Kumpulan obat khusus bisa dilihat di buku kapita selekta. Sebenernya kalo mau praktek langsung bisa ke lab farmaset aja, disitu ada beberapa sediaan khusus. Tapi kalo ga sempet, bisa belajar di youtube. Minimal ngeliat peragaannya, jadi langsung kebayang cara pakenya. Disini ada dosen sebagai penilai dan laboran sebagai pasien. Pasien datang nebus obat membawa resep yang berisi sediaan obat khusus. Udah lengkap aturan pakai nya juga. Setelah membaca resep, lakukan hal berikut :
1. Bersikap profesional seperti biasa (salam,perkenalan,penawaran bantuan)
2. Pastikan resepnya punya pasien itu
3. Menyiapkan obat 
4. Jelaskan tentang penggunaan obat mulai dari persiapan (cuci tangan), cara pakai (dipraktekkan langsung dengan sediaan khususnya),setelah pakai, sampai pencucian bila ada.
5. Beri info terkait aturan pakai obat sesuai dengan resep.
6. Konseling pasien mulai dari gali info (apakah merokok, dll), tentang terapi non-farkol, penggunaan obat yg teratur, sampai dengan penyimpanan obat.
7. Penutup yang paling penting adalah FEEDBACK
Minta pasien memperagakan cara penggunaan yg kita jelaskan tadi sekaligus mengulang info yg kita berikan. Kalo ada kesalahan, dibenerin aja.


ENG ING ENG
Dan akhirnyaaaa terselesaikan juga 7 pos ini yeaay! ^,^/
Pasti pada tambah mumet ya. Hahaha. Sebaiknya dibaca lagi setelah dapet pembekalan ya biar gak lupa.
Semua tips diatas ditulis berdasarkan pengalaman, pembekalan, dan pembelajaran selama persiapan OSCE gue. Tapi, bukan berarti setelah kalian menghapal semua poin yang gw jabarkan diatas, kalian pasti akan lancar. Soalnya OSCE itu ujian praktek bukan ujian tulis. Jadi, perlu latihan terus untuk mempraktekan setiap posnya. Terutama pos yang membutuhkan komunikasi, perlu dilatih dulu apa saja poin yang ingin disampaikan. Sekali lagi yang namanya ujian praktek itu semua hal yang tidak terduga bisa saja terjadi. Tadinya sudah hapal banget yang harus dilakukan eh tapi pas denger bunyi bel semua jadi BLANK :(( Pokoknya tetep tenang aja, gak usah buru-buru takut kehabisan waktu. 
Dan tetap fokus, jangan ada kelewatan sama sekali apa yang harus dilakukan. Pahami betul-betul jebakan tiap pos, jangan sampai terjebak! Kalau semua sudah OK dan latihan rajin latihan, maka tanpa ikut try out pun kamu sudah pasti siap mengatakan: OSCE, Siapa takut? :D


by :
v v


Buku saku tentang Pelayanan Kefarmasian ini disusun dengan tujuan untuk dapat membantu para apoteker dalam menjalankan tugas kefarmasiannya dibidang pelayanan klinis. Buku ini diterbitkan oleh Departemen Kesehatan RI bidang kefarmasian, atau yang sering disebut dengan Binfar (Bina Kefarmasian).

Di dalamnya memuat mengenai penyakit, tata laksana pengobatan termasuk penjelasan mengenai golongan masing-masing obat, efek samping, dosis lazim dan frekuensi pemakaian, serta peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian terhadap penyakit tersebut.

Buku saku ini tidak menjadi satu-satunya panduan mutlak, karena ilmu pengetahuan cepat perkembang sehingga kita sebagai farmasi harus update terhadap perubahan. Beberapa guideline penyakit terus mengalami perubahan seiring berjalanannya waktu, misalnya guideline terapi untuk hipertensi tidak lagi menggunakan JNC 7 melainkan JNC 8.

Buku saku ini sangat mudah dipahami dan menyajikan informasi yang detail, terlebih lagi berbahasa Indonesia. Cocok sekali menjadi pegangan untuk mahasiswa yang sedang memperdalam farmasi dibidang klinis.
Beberapa penyakit yang diterbitkan oleh Dept. Kesehatan, antara lain :

  1. Diabetes Melitus
  2. Hipertensi
  3. Jantung Koroner
  4. Asma
  5. TBC
  6. Infeksi
  7. Malaria
  8. Arthiris
  9. Depresi

Link download dibawah ini sudah mencakup semua penyakit yang disebutkan diatas.
Klik link berikut :
Download Pelayanan Kefarmasian

Selamat belajar !
Semoga bermanfaat :)