twitter


Pernah denger perusahaan Jepang Otsuka Pharmaceutical? Kalo gue pernah liat aja, di bungkusnya Pocary Sweat ;D

Sekarang gue mau bahas tentang sejarah asal muasal minuman kesehatan ini yang udah dikenal di 16 negara.

Pocary Sweat berasal dari ide peneliti Otsuka, Rokuro Harima, untuk menjadikan cairan infus agar bisa diminum. Sang peneliti pernah melihat dokter yang sehabis operasi meminum infus, tapi pasti pahit banget. Pengembangan Pocary Sweat dimulai 3 tahun kemudian ketika cucu pemilik Otsuka, Akahito Otsuka menjadi Presiden Direktur Perusahaan pada tahun 1976. Ketika itu beliau berumur 38 tahun, ckck.
Kemudian berikutnya berkembang ide membuat minuman untuk menggantikan keringat yang keluar sehingga komposisi minuman berisi kandungan keringat pula. Saat itu Rokuro Harima menyerahkan penelitian minuman ini kepada staff peneliti muda yaitu Akihisa Takaichi, 33 tahun. Peneliti muda ini sudah di bebanin tanggung jawab yang besar, dalam maksud mempersiapkan sebagai penerus Rokuro Harima kelak.

Sebelumnya, Akihisa Takaichi, sang peneliti pergi ke sauna dan pergi ke tempat terik  untuk merasakan keringat itu rasa nya seperti apa. Keringat yang ditampung tadi di teliti kandungannya, salah satunya adalah ion Na+ yang merupakan garam penyebab asinnya keringat, selain itu terkandung pula ion K+ dan Mg2+. Kadar kandungan keringat di sauna atau olahrga yang berat memiliki kadar yang tinggi. Sedangkan keringat sehari-hari kadarnya rendah. Maka dibuat komposisi keringat berdasarkan kadar yang rendah.

Takaichi kemudian membuat komposisi minuman persis dengan jenis ion dan kadar yang terkandung dalam keringat. Setelah mempersilahkan Harima mencicipi meinuman buatannya, beliau menolak karena rasanya yang pahit tidak akan diterima konsumen. Meskipun itu adalah minuman kesehatan tapi harus tetap di buat rasa yang diterima oleh konsumen. Lalu Takaichi menambahkan pemanis alami, namun terlalu manis, padahal sudah 1000x percobaan dan tetap di tolak oleh Harima. Hal ini sebab kadar gula yang terkandung dalam minuman kesehatan harus mengandung kadar gula kurang dari 10%, sedangkan minuman ringan biasanya mengadnung kadar gula lebih dari 12%.

Setalah Takaichi mengurangi kadar gula nya, ternyata rasa nya masih agak pahit ketika di cicipi Direktur Otsuka. Secara tidak sengaja, ada minuman yang baru dikembangkan pula berupa serbuk jeruk. Kemudian di campur oleh Direktur, ketika dicicipi rasa manisnya pas.

Dari situlah, Takaichi melakukan percobaan terhadap banyak jenis jeruk dan mencampurnya sampai menemukan kadar kemanisan yang cocok. Ternyata ada 1 jenis jeruk yang membuat rasanya pas. Sampai sekarang jenis jeruk ini menjadi rahasia perusahaan Otsuka Jepang.

Setelah itu di coba lah 2 kadar kemanisan jeruk yaitu 6,2% dan 7%. Semua peneliti memberikan pendapat bahwa minuman yang manis nya pas adalah kadar 7%. Namun ketika mereka mendaki gunung dan mengeluarkan keringat, ternyata jeruk yang kadar nya 6,2% lah yang lebih enak.

Setelah itu diputuskan untuk menggunakan kadar yang 6,2%. Penelitian ini baru selesai sesudah 3 tahun lama nya. Penelitian memang yang paling lama dari semua proses dalam suatu perusahaan. Setelah itu, diadakan pertemuan Dewan Direksi perusahaan untuk membahas produk baru Otsuka ini. Ketika mereka mencoba minumannya, mereka semua komplain karena rasanya tawar dan agak asin. Sebaliknya, sang Dirertur Perusahaan memutuskan untuk tetap memproduksinya. Meskipun keputusan sepihak, beliau sangat yakin dengan produk ini.

Produk ini dinamakan Pocary yang berarti menyegarkan dan Sweat yang berarti keringat. Kalau digabungkan menjadi keringat menyegarkan, ups.
Kemudian pihak marketing perusahaan menjajakan Pocary Sweat di toko-toko pengecer. Namun sayangnya, semua pemilik toko menolak karena rasanya yang aneh. Pihak marketing lalu mencari ide lain, untuk membuka stand Pocary di event acara. Konsumen yang membeli merasa kecewa bahkan menyiramkan minuman ke pegawai Pocary :(

Atas penjualan Pocary yang tidak diterima baik oleh konsumen, pihak marketing menghadap Direktur. Lalu apa yang dilakukan Direktur Perusahaan? Dia memerintahkan untuk membagikan Pocary Sweat secara GRATIS tidak terhingga kepada orang-orang. Wow suatu keputusan yang berani rugi. Tapi beliau mengatakan bahwa kerugian sekarang tidak usah dipikirkan nantinya keuntungan akan dirasakan dalam jangka panjang untuk masa depan perusahaan.

Pihak marketing menyusun strategi lokasi tempat pemberian Pocary Sweat yaitu di tempat yang banyak orang berkeringat, antara lain di lapangan baseball untuk anak-anak yang habis olahrga, ibu-ibu kepanasan sehabis belanja, dan tempat sauna. Namun karena dibagikan tanpa batas yaitu sampai 30 juta kaleng, perusahaan Otsuka mencapai kerugian sebesar 400 milyar rupiah ! Mungkin kalau mental Direktur tidak kuat, pasti perusahaan langsung colapse. Bukannya menghentikan pemberian gratis, tapi malah melanjutkan! Beliau berkata, kalau sekarang menebar benihnya nantinya akan memanen hasilnya.

Hari demi hari penjualan pun masih sama saja, namun ketika musim panas datang, penjualan Pocary Sweat melonjak tajam! Semua toko yang menjual Pocary Sweat meminta stok tambahan yang banyak. Ya, akhirnya memanen benihnya juga kan :) Dan sampai sekarang, Pocary Sweat telah di eksport ke 16 negara, wow. Yang awalnya di caci maki akhirnya bisa sesukse ini, salut untuk Direktur Otsuka, kerugian yang diambil dahulu sudah tergantikan dengan keuntungan besar sekarang dan untuk kelangsungan hidup perusahaan ke depan.

Ternyata, pada mula Pocary masuk Indonesia, juga di bagikan secara gratis lho. Pada saat bulan Ramadhan dan di rumah sakit kepada pasien deman berdarah. Strategi penjualan di Jepang juga di terapkan di Indonesia ya. Dan ending nya juga sama yaitu Pocary diterima baik oleh masyarakat Indonesia, siapa yang gak tau sih Pocary Sweat hehe.

So, pembelajaran yang kita dapat disini adalah, produk inovatif itu memang susah untuk di terima, harus mendapat cacian dari konsumen. Namun, apabila kita bisa melewati masa-masa sulit itu, pasti pada akhirnya mendapatkan kesuksesan itu. Dan siap-siap aja bermunculan saingan karena produk yang sukses pasti akan di tiru oleh perusahaan lain.

Oke semoga kisah ini bermanfaat :D


Ini video movie nya, persis sama cerita gue diatas. Lets check!











0 comments:

Post a Comment